PENGARUH
MASSA ORGANOFOSFAT HIDROLASE DAN LUAS ELEKTRODA TERHADAP KINERJA BIOSENSOR
KONDUKTOMETRI UNTUK MENDETEKSI RESIDU PESTISIDA KLORPIRIFOS DAN PROFENOFOS
BERBASIS SPCE-KITOSAN
Biosensor konduktometri dapat digunakan untuk mendeteksi
organofosfat klorpirifos dan profenofos pada pestisida, klorpirifos dan profenofos
adalah senyawa kimia pada pestisida untuk mengendalikan serangga atau hama pada
hasil pertanian khususnya sayuran dan buah-buahan.pada penggunaan pestisida dapat meninggalkan residu yang dapat membahayakan
kesehatan . sedangkan Standart Nasional
Indonesia (SNI) menetapkan batas maksimum residu (BMR) pestisida pada hasil
pertanian, yaitu 0,05 mg/kg – 0,5 mg/kg untuk residu profenofos, dan 0,05 mg/kg
– 0,1 mg/kg untuk residu klorpirifos .
Untuk mengontrol kadar pestisida dalam sayuran dan
buah-buahan, dibutuhkan metode standar yang digunakan untuk menentukan kadar
pestisida yaitu metode kromatografi yang meliputi kromatografi gas (GC) dan
kromatografi cair tekanan tinggi (KCKT). Metode standar tersebut mampu
mendeteksi kadar pestisida dengan batas deteksi yang masih lebih besar dari BMR
yang diijinkan [3,4,5]. Dengan demikian diperlukan metoda yang lebih sensitif.
Biosensor diharapkan dapat mendeteksi kadar residu pestisida secara lebih
sensitif karena kerja biosensor lebih selektif. Biosensor konduktometri untuk mendeteksi pestisida telah dikembngkan
secara konduktometri dan amperometri.
Kinerja biosensor secara umum dipengaruhi oleh pH, massa
enzim, metode amobilisasi, dan luas elektroda kerja.
Untuk mengetahui pengaruh massa OPH & luas elektroda
terhadap kinerja biosensor konduktometri maka dilakukan sebuah penelitian
yaitu:
Bahan–bahan yang digunakan adalah enzim organofosfat
hidrolase dengan konsentrasi 5666 μg/mL (massa 142 μg) dan 7089 μg/mL (massa
177 μg) hasil isolasi dari bakteri Pseudomonas putida, pestisida organofosfat
profenofos (Curacron) dan klorpirifos (Dursban), padatan tris(hidroksimetil)
aminometan, kitosan, larutan asam asetat glacial 99,7%, akuades, larutan
glutaraldehid 25%
Alat–alat yang digunakan antara lain peralatan gelas
umum, pH meter (Schoot-Gerate tipe cg 820), neraca analitik (Ohaus), magnetic
stirer, diazinon meter, oven (Memmert), pipet, mikro (Accumax pro), microplate,
refrigerator, dan elektroda Screen Printed Carbon (SPCE) dengan luas 3 mm2 , 5
mm2 , dan 7 mm2 .
Amobilisasi
Organofosfat Hidrolase
Screen Printed Carbon Electrode dibuat dengan luas permukaan
(1 x 3) mm2; (1 x 5)mm2; dan (1 x 7) mm2. Kemudian, sebanyak 10 μL larutan
kitosan dilapiskan pada masing-masing elektroda dan dikeringkan selama kurang
lebih 30 menit pada temperature kira-kira 50°C. Setelah kering, elektroda
dilapisi dengan enzim organofosfat hidrolase dengan konsentrasi 5666 μg/mL
sebanyak 25 μL (142 μg) dan glutaraldehid 0,5% sebanyak 10 μL, lalu dikeringkan
dalam refrigerator selama 24 jam. Dilakukan tahapan yang sama untuk enzim
organofosfat hidrolase dengan konsentrasi 7089 μg/mL (177 μg).
Pengukuran dan
Optimasi Biosensor Konduktometri Organofosfat
Elektroda karbon yang tidak dilapisi dengan kitosan, enzim
Organofosfat hidrolase, dan glutaraldehid 0,5% dihubungan pada kutub positif
biosensor konduktometer. Selanjutnya elektroda kerja enzim OPH 142 μg dengan
luas permukaan (1 x 3) mm2 dihubungkan padakutub negatif biosensor
konduktometer. Jarak antar elektroda diatur kurang lebih 0,1 cm. Kemudian
elektroda dicelupkan ke dalam masing-masing konsentrasi larutan uji profenofos
dan klorpirifos secara bergantian. Diukur daya hantar masing-masing larutan uji
organofosfat menggunakan biosensor konduktometer. Pengukuran ini dicatat setiap
10 detik (selama 1 siklus). Pengukuran diulang masing-masing 5 kali dengan
elektroda baru. Lalu dibuat kurva hubungan daya hantar terhadap konsentrasi
organofosfat. Dilakukan prosedur yang sama untuk luas permukaan elektroda
lainnya dan enzim dengan massa 177 μg.
Pengaruh Massa
Organofosfat hidrolase terhadap Kinerja Biosensor Konduktometri
Berdasarkan data hasil penelitian sesuai prosedur diperoleh
kurva hubungan antara massa OPH dengan kepekaan biosensor pada Gambar dibawah. Kepekaan yang lebih besar dihasilkan
oleh OPH dengan massa 177 μg yaitu sebesar 1,18 μS/ppm (klorpirifos) dan 1,29
μS/ppm (profenofos). Kepekaan sebanding dengan massa OPH yang diamobilkan pada
elektroda. Berdasarkan persamaan Michaelis – Menten menunjukkan bahwa kecepatan
reaksi dipengaruhi langsung oleh massa enzim.
- Gambar hubungan massa enzim organofosfat hidrolase terhadap kepekaan biosensor.
Pengaruh Luas
Permukaan Elektroda terhadap Kinerja Biosensor Konduktometri
Berdasarkan data dari penentuan pengaruh massa enzim OPH
terhadap kinerja enzim, kepekaan yang dihasilkan biosensor masih relatif kecil.
Hal ini disebabkan massa enzim OPH yang digunakan belum cukup menghidrolisis
substrat dalam konsentrasi yang besar, sehingga pada penentuan luas permukaan
elektroda terhadap kinerja biosensor digunakan konsentrasi substrat yang lebih
kecil yaitu 0 – 0,1 ppm. Pada teori hubungan antara daya hantar dan luas
permukaan bahwa luas permukaan elektroda berbanding lurus dengan daya hantar.
- Hubungan luas elektroda dengan kepekaan biosensor menggunakan massa OPH 177 μg.
Penurunan kepekaan biosensor dengan luas elektroda 7 mm2
disebabkan ketidak merataan enzim pada permukaan elektroda. Dibandingkan dengan
luas permukaan 3 dan 5 mm2, konsentrasi ion H+ lebih sedikit berdifusi ke
permukaan biosensor dengan luas elekroda7 mm2. Hal ini dikarenakan, banyaknya
massa enzim teramobilkan pada biosensor denganluas elektroda 7 mm2 tidak mencukupi
untuk mengubah substrat menjadi produk. Dengandemikian, pengaruh luas permukaan
terhadap kinerja biosensor mengacu pada kepekaan yang ditunjukkan oleh
biosensor dengan luas permukaan 5 mm2 yang merupakan luas permukaanoptimum
untuk menentukan batas deteksi biosensor pada penelitian ini.
- Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, massa enzim OPH dan luas elektroda berpengaruh terhadap kinerja biosensor konduktometri. Hasil penelitian menunjukkan kinerja biosensor optimum dihasilkan oleh massa enzim sebanyak 177 μg dengan luas biosensor sebesar 5 mm2 . Biosensor konduktometri dapat digunakan untuk mendeteksi organofosfat klorpirifos dan profenofos pada kisaran konsentrasi 0 – 0,1 ppm dengan kepekaan untuk masing-masing organofosfat berturut-turut 93 μS/ppm dan 174 μS/ppm. Batas deteksi yang didapatkan untuk klorpirifos yaitu 0,05 ppm dan untuk profenofos yaitu 0,04 ppm.
DAFTAR PUSTAKA
- Atmawidjaja, Sudana., Daryono H. Tjahjono Dan Rudiyanto, 2004, PengaruhPerlakuan Terhadap Kadar Residu Pestisida Metidation Pada Tomat, ActaPharmaceutica Indonesia, Vol. Xxix, No. 2
- Badan Standarisasi Nasional, 2008, Batas Maksimum Residu Pestisida Pada HasilPertanian, Badan Standarisasi Nasional Indonesia, Jakarta.
- Azis, Thamrin., 2012, Desain Dan Karakterisasi Biosensor Berbasis ImmobilisasiEnzim Untuk Analisis Residu Pestisida Diazinon Dalam Tanaman Kubis (BrassicaOleracea), Paradigma, Vol 16 No.1, Hal: 57-66
- Zein, Rahmiana., Nurhamidah, Edison Munaf, Dan Hamzar Suyani, 2011, PenentuanImidakloprid, Profenofos Dan Deltametrin Sebagai Residu Pestisida Pada Buah CabeSecara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi, Universitas Andalas, Padang.
- Muflihah, 2004. Analisis Residu Diazinon Dan Klorpirifos Menggunakan KromatografiGas. Tesis. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
- Paliwal, S, 2008. Development of Enzyme Based Biosensor for the Detection ofOrganophosphate Neurotoxins. Disertasi. Materials engineering, Auburn University,Auburn.
- Eggins, B., 2002, Chemical Sensors and Biosensors, John Wiley & Sons, Chichester.
- Prayoga, Indrajid, 2013, Pembuatan Dan Karakterisasi Biosensor DiazinonMenggunakan Organofosfat Hidrolase Yang Diamobilkan Pada Spce YangDimodifikasi Dengan Bsa-Glutaraldehida, Tesis, Jurusan Kimia Universitas Brawijaya,Malang.
- Prayoga, I., 2012, Pengaruh Konsentrasi Glutaraldehida yang Ditambahkan padaMembran Kitosan Terhadap Kinerja Biosensor Konduktometri Diazinon, Skripsi,Universitas Brawijaya, Malang.
- Palmer, T., 1991, Understanding Enzymes 3rd Edition, Ellis Horwood Ltd., English.
- Monica, Athitya D.N., 2007, Studi Aktivitas Spesifik Selulase dari LactobacillusCollinoides yang dimurnikan dengan Pengendapan Bertingkat Amonium Sulfat, Skripsi,Universitas Brawijaya, Malang.
- Isvani, N.K., 2013, Pembuatan Biosensor Diazinon Menggunakn Alkaline Fosfatase diPermukaan Screen Printed Carbon Electrode (SPCE)-Kitosan, Skripsi, Jurusan KimiaUniversitas Brawijaya, Malang.


Komentar
Posting Komentar